Potret Kemiskinan di Inhu Masih Terlihat

POTRET KEMISKINAN DI INHU MASIH TERLIHAT

Selasa, 13 Maret 2012 | 18:11:15 | 19 Views

Rumah Tak Layak Huni Dekat Kantor Bupati Inhu
formatnews, Pekanbaru (13/3): Ditengah geliatnya pembangunan di Keluarahan Pematangreba, Kecamatan Rengat Barat, Inhu potret masayarakat miskin masih terlihat.

Di Pematangreba ini juga dikenal pusat pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu, para pengusaha terlihat berlomba-lomba membangun rumah toko (ruko), dilain sisi karyawan swasta membangun rumah mewah.

Hasil pantauan terakhir, tak jauh dari kantor Bupati Inhu, di pinggir jalan raya Pematangreba – Pekanheran tepatnya dikilometer 4 perumahan warga yang tak layak huni masih tegar berdiri.

Ruslan (43) salah satu pemilik rumah tidak layak huni ditemui masih terlihat ramah. Ayah yang punya tujuh orang anak masih kecil-kecil itu mengaku sudah lama mendiami istananya berukuran 5 X 8 meter bujur sangkar masih setia menunggunya.

Rumah kediamannya berdinding papan lapuk, berlantai semen retak, atap rumbia menutupi rumahnya sudah mulai renggang. “Jangankan memperbaiki rumah, bisa makan anak istri saja sudah syukur,” ujar Ruslan cetus.

Ruslan mengaku tak punya kerja tetap, “untuk kebutuhan sehari hari saja saya ambil upahan memotong karet (nakik),” jelasnya.

Dari penghasilan karet, ucap Ruslan bisa menutupi kebutuhan rumah tangga. “Kalau musim penghujan nakik karet terpaksa dihentikan. Saya terpaksa kerja lain. Kadang menjadi buruh angkut, atau juga tukang ojek,” kata Ruslan.

Menurutnya, kemiskinan yang dialaminya sejak dirinya bekerja sebagai karyawan swasta sekitar 15 tahun lalu.

Dia merasa yakin pemerintah yang punya program pembangunan rumah layak huni tak mungkin singgah kepadanya. “Kalau raskin, dana BLT dan bantuan biaya anak sekolah saya memprolehnya. Tapi kalau untuk bantuan rumah layak huni kami belum pernah dapat,” ungkapnya.

Pria berkumis tebal ini mengaku tak mampu merenovasi rumahnya lantaran tak memiliki biaya lebih.

“Untuk menjadi pelanggan PLN saja saya rasa tak mampu membayar biaya masuk listrik,” uarinya yang kelihatan kalau rumah kecil berdinding papan itu jika malam hari gelap gulita.

Dia lantas berharap bisa mendapatkan rumah layak huni buat keluarganya.

Lurah Pematangreba, Inhul Hadi, SE ditemui mengaku tahun 2012 Keluarahan Pematangreba telah mendata warga miskin.

“Data statistik terdapat 320 KK hidup dibawah garis kemiskinan dan masih tinggal di perumahan yang tak lagi layak huni,” terangnya.

Dia mengaku telah mengajukan usulan secara bertahap ke Pemkab Inhu dan Pemprov Riau melalui Badan Kesejahteraan Sosial (BKS) Riau guna mendapat bantuan rumah layak huni.

“Tahun ini kami mengajukan sebanyak 50 unit rumah layak huni ke Pemprov Riau. Mudah mudahan usulan itu dapat dikabulkan,” harap Inhul.

Selain rumah layak huni, lanjut Inhul Hadi, Kelurahan Pematangreba juga mengajukan bantuan integrasi sawit dan sapi ke Dinas Peternakan Propinsi Riau, tujuannya untuk meningkatkan ekonomi warga miskin yang dianggotai sebanyak 25 orang.

Untuk menekan angka kemiskinan di Keluarahan Pematangreba, kata Inhul pihaknya juga mengajukan sebanyak lima kelompok untuk mendapatkan bantuan PNPM Integrasi tingkat kabupaten, “kegiatan PNPM Integrasi itu akan mempermudah akses permodalan kepada masyarakat melalui kelompok,” jelasnya yang juga menambahkan bantuan itu nantinya dalam bentuk simpan pinjam modal usaha. (dar)

Tentang Inhul Hadi

Kasubbag Keuangan, Umum, dan Logistik Sekretariat KPU Kabupaten Indragiri Hulu
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Potret Kemiskinan di Inhu Masih Terlihat

  1. Fatma wati berkata:

    Di desa alang kepayang kec rengat barat malah saya sudah di data beberapa kali kemaren lansung dari orang propinsi yang mendata walhasil data saya sudah masuk ke propinsi tapi oleh aparat desa saya tidak di kasih RLH dan di gantikan dengan orang lain yang tergolong mampu padahal rumah saya atap rumbia ,tongkatnya kayu,dindingnya papan ,,itulah kenyataan gambaran dari pemerintah sekarang…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s